June 2014
S M T W T F S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Chat Online

(IPTEK)Rumput Laut untuk Pasta Gigi hingga Pewarna Tekstil

RUMPUT laut yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai bahan baku makanan seperti agar-agar atau puding sebenarnya telah dikembangkan pemanfaatannya menjadi sekitar 300 jenis produk yang bernilai komersial. Produk itu antara lain berupa kosmetik, pasta gigi, bahan pewarna tekstil, gel pengharum ruangan, dan selaput pelapis atau kemasan makanan.

Penggunaannya memang beragam karena berbagai jenis rumput laut mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda. Tumbuhan laut ini berbentuk seperti benang kusut dan tanaman merambat.

Utari Budihardjo, yang mendalami bidang biologi konservasi dari Pascasarjana UI, mengatakan, yang banyak dikembangkan adalah dari kelompok alga merah karena menghasilkan agar-agar, algin, dan karaginan.

Alga makrolaut atau rumput laut adalah biota laut yang tergolong tanaman berderajat rendah, tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati yang kemudian disebut thallus. Karena itu, secara taksonomi dikelompokkan ke dalam Divisio Thallophyta, dengan empat kelas besar dalam divisio ini, yaitu Chlorophyceae (alga hijau), Phaeophyceae (alga coklat), Rhodophyceae (alga merah), dan Cyanophyceae (alga biru-hijau).

Menurut ahli peneliti utama BPPT bidang rumput laut Dr Jana Tjahjana Anggadiredja, sebagai pasta gigi, digunakan iota karaginan karena fiskositasnya tinggi dan strukturnya lebih lentur dan lembut. Hidrokoloid rumput laut memiliki kemampuan yang unik dalam membentuk gel dan sangat bervariasi pada suhu kamar, keras atau lembut dengan titik leleh tinggi atau rendah. Struktur gel juga menyebabkan tekstur pendek yang diinginkan untuk pasta gigi. Penggunaan rumput laut ini mulai menggeser bahan baku xanthan gum untuk pasta gigi.

Agar-agar selain sebagai bahan makanan juga digunakan untuk kosmetik karena mengandung zat pengemulsi yang baik, sedangkan alginat lebih banyak digunakan sebagai pewarna. Jenis yang dipilih untuk pewarna dari alga coklat.

Alga ini terdiri dari paduan struktur kimia manuronat dan guluronat. Untuk pewarna tekstil, alga coklat yang digunakan adalah yang memiliki struktur manuronat lebih banyak. Struktur kimia alga ini dapat membawa zat pewarna namun lebih mudah melepaskan zat tersebut pada bahan kain. “Sebagai pewarna makanan dipilih alga yang memiliki struktur guluronat lebih banyak karena sifatnya yang mudah dicerna.”

Dikemukakan Jana, yang juga Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, bahan pewarna alami ini kini mulai banyak digunakan menggeser pewarna sintetis. Hal ini merupakan peluang bagi pemanfaatan rumput laut, khususnya jenis alginat yang banyak dijumpai di perairan Indonesia. Di Indonesia, alga coklat yang banyak ditemukan adalah spesies turbinaria dan sargasum, sedangkan di iklim subtropis digunakan laminaria.

http://groups.yahoo.com/group/IPB-Fisheries/message/2817

Manfaat Air putih untuk kesehatan

Air putih sangat bermanfaat bagi kesehatan. Asupan air yang disarankan adalah minimal 8 gelas atau 2 liter setiap harinya. Apabila asupan air mencukupi, akan membuat distribusi nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lancar sehingga semua sel dalam tubuh dapat memperbaiki diri beregenerasi dengan nutrisi tersebut. Minum air putih sesuai anjuran juga akan meringankan kerja ginjal dan hati sehingga dapat membantu kita terhindar dari penyakit ginjal dan hati.

Dengan minum air putih, kita dapat memperlancar pembuangan sisa proses pencernaan. Sisa pencernaan, jika tidak segera dikeluarkan akan menimbulkan penyakit. Dengan membuangnya akan membantu kita terhindar dari penyakit seperti sakit maag dan sembelit.

Apabila tubuh kekurangan air, akan terlihat efeknya pada kulit kita. Kulit akan terlihat kering, kusam, dan berkerut. Air membantu menjaga sel-sel kulit agar tetap kenyal sehingga terlihat awet muda dan cantik alami.

Bagi orang yang sedang berdiet, minum air putih tidak boleh dilupakan. Dengan meminum air hangat sebelum makan, akan membantu kita merasa kenyang sehingga akan mengurangi selera makan dan mengurangi porsi makan kita. Minum air putih juga tidak akan membuat gemuk karena air tidak mengandung kalori, gula dan lemak. Selain itu, air membantu menguraikan lemak yang tersimpan dalam tubuh.

Selain beberapa manfaat minum air putih di atas, air putih ternyata juga dapat membantu meningkatkan kesuburan, baik bagi wanita maupun pria. Air putih akan bermanfaat dalam merangsang produksi hormon testoteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita.

Air putih dalam kondisi panas, efektif untuk mengobati lumpuh seperti karena stroke. Sebab air dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri,dan menenangkan pikiran.

Setelah mengetahui manfaat air putih bagi kesehatan tubuh, semoga kita memulai hidup sehat dengan sering minum air putih.**


Lingkup THP

Bidang Keahlian THP merupakan pengembangan dari bidang keahlian yang semula dikenal dengan nama Pengolahan Hasil Pertanian (PHP). Kata ‘Peng-olahan’ dirasakan sempit dan kurang tepat, sehingga diganti dengan kata ‘Teknologi’ yang antara lain mencakup juga pengolahan. Persepsi lingkup THP memperoleh konsensus pada pertemuan/Lokakarya THP tahun 1978 di IPB Bogor. Secara umum lingkup bidang THP meliputi tiga ranah penting, yaitu kegiatan penanganan, peng-amanan dan pengolahan hasil pertanian. Perbedaan prinsip antara penanganan dan pengamanan hanya terletak pada sifat kegiatan masing-masing. Kegiatan ‘penanganan’ bersifat relatif lebih proaktif, sementara kegiatan ‘pengamanan’ relatif lebih pasif-protektif. Mengumpulkan, menumpuk, mengopek (membuang bagian tidak diperlukan), membersihkan, memilah, menimbang, mewadahi, mengikat, memuat dan membongkar atau memindahkan tergolong kegiatan ‘penanganan’, sedangkan membungkus, mengemas, melindungi dan menyimpan merupakan kegiatan ‘pengamanan’.
Perbedaan kegiatan penanganan dan pengolahan terutama terletak pada sifat hasil operasi/kegiatan masing-masing. Keluaran kegiatan ‘penanganan’ sedikit banyak relatif masih memiliki bentuk/sifat/karakter bahan (komodits pertanian) semula atau dengan kata lain hanya mengalami perubahan sifat yang tidak drastis atau radikal, sementara kegiatan ‘pengolahan’ memberikan keluaran atau produk yang memiliki sifat jauh berbeda dengan bahan semula, atau bentuk/sifat/karakter semula berubah secara drastis atau radikal. Contoh: kegiatan dari panen padi (basah) sampai menjadi gabah kering dan bersih tergolong kegiatan ‘penanganan; sedangkan kegiatan menggiling gabah menjadi beras putih tergolong ‘pengolahan’. Sebagian menganggap kegiatan dari panen sampai menjadi beras masih tergolong kegiatan ‘penanganan’, dan baru jika beras itu dijadikan tepung beras, atau produk serealia lain yang berbentuk/sifat jauh berbeda dengan bentuk/sifat semula tergolong ‘pengolahan’

http://fauzicibodas.wordpress.com/teknologi-hasil-pertanian/sejarah-dan-lingkup-teknologi-hasil-pertanian/

Sekilas tentang THP

Bidang Keahlian (BK) Teknologi Hasil Pertanian lahir sekitar awal tahun sembilan belas enam-puluhan, diawali oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada UGM sejak 1963, setahun kemudian (1964) menyusul Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian (Fatemeta) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan Jurusan (dulu Departemen) THP. Sejak itu, banyak sarjana THP telah dihasilkan oleh UGM, IPB dan perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Brawijaya, Malang, Universitas Andalas, Padang, dll. Pada tahun 1980 Program Studi (PS) THP IPB facing out dan berkembang menjadi dua program studi, yaitu PS Teknologi Pangan dan Gizi (TPG) dan PS Teknologi Industri Pertanian (TIN), karena keduanya berada di bawah Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta). Salah satu alasan pengembangan THP menjadi dua jurusan itu karena BK THP kurang tegas terkait dengan industri pertanian. Hal itu penting karena pada era itu sedang digalakkan industrialisasi di semua sektor, termasuk sektor pertanian. THP adalah jembatan antara sektor industri dan sektor pertanian yang kini populer dengan nama agroindustri. Walaupun PS THP kini tiada lagi di IPB, namun di berbagai perguruan tinggi lain yang memiliki program studi itu tetap berjalan dan tetap menghasilkan Sarjana THP atau pun Sarjana Teknologi Pertanian dengan Minat Utama (Major) Pengolahan Hasil Pertanian.

http://fauzicibodas.wordpress.com/teknologi-hasil-pertanian/sejarah-dan-lingkup-teknologi-hasil-pertanian/

Surimi

SURIMI

Surimi adalah produk daging ikan lumat yang telah dicuci dengan air dan dicampur dengan krioprotektan untuk penyimpanan beku. Protein larut air (protein sarkoplasma), enzim, darah, komponen logam, dan lemak akan dikeluarkan selama proses pencucian. Sehingga, daging ikan giling yang telah dicuci akan mengandung sejumlah besar protein serat yang larut garam (protein miofibrilar). Konsistensi surimi mirip dengan bubur kentang. Myosin dan aktin merupakan komponen utama dari protein ikan yang larut garam (protein miofibrilar) dan berperan penting dalam membentuk karakteristik utama surimi, yaitu kemampuan untuk membentuk gel yang kokoh tetapi elastis pada suhu yang relatif rendah (sekitar 40oC)
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/1790322-surimi-dan-kamaboko/#ixzz1JaucA9zR

Diet ketat penyebab kerontokan rambut

Diet yang tak seimbang bisa menyebabkan rambut rontok karena kurang nutrisi. Usahakan tetap mengkonsumsi makanan yang mengandung silica, kalsium, dan zat besi. Nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan pada sayuran yang berwarna hijau, nasi merah, rumput laut, oat, dan buah cherry yang kaya zat besi. Selain itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C. Vitamin ini dapat memudahkan sistem pencernaan untuk menyerap zat besi

Rumput Laut Dari Suplemen Hingga Bio Energi

Teknologi olahan bakal di arahkan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya. penelitian yang terkait dengan teknologi olahan juga diarahkan untuk pengembagan produk baru dan substitusi barang olahan yang saat ini masih di impor. Khususnya untuk rumput laut akan di kembangkan teknologi olahan rumput laut untuk konsumsi dan non konsumsi. Masarakat pun bisa memanfaatkan prduk olahan rumput laut berupa suplemen rumput laut (kesehatan),di konsumsi seperti biasa (agar), untuk keperluan kecantikan,hinnga bio energi.

Hingga kini,produk olahan rumput laut baik yang di konsumsi maupun yang non konsumsi ada sekitar 500 jenis dan sebagian besar masih impor. “padahal kita memiliki bahan mentah yang jumlah nya cukup besar dan potensial. Kita hanya ekspor bahan mentah berupa rumput laut kering. dan kita masih impor produk olahan dari rumput laut seperti  pasta gigi,ice cream,ataupun kosmetik,” kata Kepala Balai Besar Riset Pengolahan produk dan Bioteknologi Kelautan dan Peikanan,Dr.Ir.Hari Eko Irianto, di jakarta, belum lama ini.

Guna meningkatkan produk olahan rumput laut, Balai Besar Riset Penggolahan produk dan Bioteknologi Kelautan Dan Perikanan mulai mengarahkan risetnya untuk memformulasikan ke arah substitusi. Mulai saat ini Riset Pengolahan harus di arahkan untuk menciptakan produk olahan yang bisa bersaing dengan produk-produk olahan dari luar negeri.

Di indonesia, peluang untuk menciptakan produk olahan cukup besar. Hampir semua prdouk ikan di indonesia bisa di jadikan produk olahan dan hasilnya sangat mengembirakan.Baik patin,lele dan ikan-ikan yang bakal di Produk dalam skala besar bisa di jadikan produk olahan.

Agar produk olahan di tanah air mampu bersaing dengan produk olahan luar negeri,Maka cara membuat olahan jangan sama dengan di luar negeri.Kalau melihat potensi pasar di Uni Eropa, maka jumlah produk olahan yang masuk ke pasar tersebut paling banyak dari Maroko. Produk olahan dari indonesia hanya sekitar 21 jenis. Padahal produk olahan tak tergantung pada jenis ikannya. Artinya jenis ikan apa saja bisa di jadikan produk olahan yang sesuai dengan yang di inginkan. Peluang atau potensi pasarnya juga cukup besar.

Pemasaran dan distribusi buah naga

PENGARUH PELAPISAN EDIBEL TERHADAP UMUR SIMPAN DAN MUTU BUAH NAGA TEROLAH MINIMAL YANG DISIMPAN DALAM KEMASAN ATMOSFER  TERMODIFIKASI

Mery Chardiane

(IPB 2010)

Masyarakat dikota besar mulai menyadari manfaat buah yang sangat baik untuk kesehatan. Akan tetapi dengan meningkatnya aktivitas, membuat konsumen lebih memilih produk siap hidang yang langsung dapat dikonsumsi. Untuk penyediakan buah naga segar siap santap dengan masa simpan yang cukup dan mutu tetap dipertahankan, diperlukan perlakuan khusus pasca proses, diantaranya melapisi dengan lapisan edibel dan dikemas dengan teknik kemasan atmosfer termodifikasi serta dengan penyimpanan suhu rendah.

Penggunaan pelapis ebidel pada buah naga berdaging merah terolah minimal dalam kemasan atmosfer termodifikasi selama penyimpanan yang dapat memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu buah sedangkan secara khusus adalah menentukan konsentrasi glukomanan dalam pelapis edibel bagi buah naga terolah minimal, menentukan komposisi O2 dan CO2 serta suhu untuk penyimpanan.

Bahan pelapis edibel irisan buah naga adalah glukomanan dengan perlakuan tiga tingkat konsentrasi, yaitu 0,50%, 0,55%, 0,60% dan tanpa pelapis edibel pada suhu 5 derajat celcius.

Buah naga terolah minimal berlapis edibel glukomanan 0,55% dalam kemasan atmosfer termodifikasi disarankan menggunakan film kemasan stretch film pada wadah LDP no.4 berukuran 10 cm x 18 cm agar mencapai masa simpan 4 hari dengan nilai organoleptik 3,50 pada suhu penyimpanan 5 derajat celcius.

Green product

Green Product (Sabun dari Rumput Laut)
Saturday, 06 June 2009 14:25

Rumput laut yang saat ini kebanyakan diekspor dalam bentuk bahan baku menyimpan potensi yang luar biasa untuk diolah. Berbekal ketekunan meneliti rumput laut sejak tahun 2002, Linawati Hardjito berhasil mengolah rumput laut sehingga bernilai tambah. Bersama beberapa mahasiswanya, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengurai dan menghasilkan ekstrak rumput laut berupa bubuk karaginan untuk bahan campuran bagi pembuatan produk komersial berupa pangan maupun kosmetik.

Salah satu produk hasil olahan rumput laut yang sudah dipasarkan adalah sabun dan pelembab tubuh. Mei 2009, sebanyak 20.000 sabun batang rumput laut dipesan pengusaha Taiwan, sewaktu Linawati mengikuti pameran Budidaya Perikanan Indonesia di Manado.

Teknologi Pertanian

Mesin Pemisah Tulang Ikan IPB Siap Dipasarkan

Istitut Pertanian Bogor (IPB) siap memasarkan inovasi teknologi berupa mesin pemisah daging dan tulang ikan, yang akan meningkatkan nilai tambah ikan hasil tangkap sampingan serta ikan-ikan bernilai ekonomi rendah. Mesin yang diberi nama “Suritech” ini diharapkan bisa menjawab permasalahan ikan hasil tangkapan sampingan pukat udang yang sebagian besar tidak dimanfaatkan dan dibuang kembali ke laut, kata ketua tim penemu mesin tersebut, Prof Dr Ir Ari Purbayanto, MSc di Bogor, Selasa. “Selain itu, juga menjadi solusi bagi pemanfaatan ikan-ikan bernilai ekonomi rendah yang pada saat musim ikan melimpah belum dimanfaatkan dengan baik,” katanya di hadapan puluhan peserta “Recognition and Mentoring Program (RAMP) Study Tour 2009″ dari Indonesia, India, Amerika Serikat (AS) dan Peru.

Ia mengemukakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terfokus pada ikan bernilai ekonomi tinggi seperti tuna, tongkol, kakap, bawal, kerapu. Melimpahnya ikan bernilai ekonomi rendah pada saat musim puncak, katanya, belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan biasanya hanya diolah menjadi ikan asin atau terasi. “Padahal dengan mesin pemisah daging dan tulang ikan ini, akan dihasilkan surimi (daging ikan) yang harga jualnya jauh lebih tinggi,” katanya. Surimi sebagai produk utama mesin ini merupakan produk antara yang digunakan sebagai bahan baku produk olahan seperti bakso ikan, nugget, sosis, otak-otak, pempek. Sementara produk sampingnya berupa tulang ikan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pakan ternak. Nilai tambah ikan yang diolah menjadi surimi bisa meningkat hingga 3-4 kali sedangkan jika diolah lebih lanjut menjadi produk akhir seperti bakso ikan dan nugget nilai jualnya meningkat hingga 8-10 kali lipat.

Direktur RAMP-IPB Aji Hermawan mengatakan, “RAMP Study Tour” merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergantian di negara-negara peserta yaitu Indonesia, India, AS dan Peru, dengan agenda utama berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha berbasis teknologi di masing-masing negara. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah “RAMP Study Tour”. Kunjungan delegasi RAMP tersebut berlangsung dari 11-18 Oktober. Sebanyak 25 orang delegasi dari empat negara anggota tersebut akan melihat inovasi teknologi yang telah dihasilkan di Indonesia diantaranya mesin pemisah daging dan tulang ikan, alat deteksi jenis kelamin ikan dari UI, alat kesehatan untuk deteksi penyakit mag, hingga alat perontok padi dengan sepeda yang dihasilkan oleh mahasiswa IPB. (kpl/cax)

http://www.kapanlagi.com/h/mesin-pemisah-tulang-ikan-ipb-siap-dipasarkan.html